- rintik hujan –angin – daun –
Batang flamboyant – layu
“menyisiri arus jiwa”
“pohon jiwa”
-mata – suara –
KURSI~
dhe chan
Kursi~
“Tuan duduklah
disini”
Aku menyodorkan
senyum
lebar
kepada pemuda itu,
ia tak membalas menyapaku
dia langsung duduk
tanpa ekspresi
memandang hampa
pada papan tulis berkabut itu
sepertinya ia resah
duduknya
tak tenang
dalam kebisuannya
Pemuda~
Ngantuk,
Aku merana di sudut
Kursi tak bertuan ini
tua~ renta~
Aaaaah~
Aku lapar
Ilmu itu berhamburan
di lantai-lantai koridor
Keluar dari pintu-pintu malam
yang tak dibekap mikrofon
bosan~
aku terkapar dalam
jeritan bayanganku
Tak berdaya
Duduk diam
Disini~
Dua jam dalam bisu
Berakhir~
akhirnya tak ada suara lagi
di kelas buta ini
tuan itu langsung pergiia bahkan tak menyapaku sedikitpun
hmmphhh~~
setiap hari mengulum sepi
di sudut ini
aku tua~ renta~
tak ada yang mau melihatku
kini aku berkhir
merana
di pojok kelas
dhechan
antara 1 siang dan 2 Oktober pagi
Aku, pena ku~
dhe chan
diantara
dua gelang yang berandar rindu itu
Terhenyak dalam relung kursi-kursi tua
Ah~
Lantai yang berserakan mimpi
Aku resah dalam hening pena
R.16, 10.30
Pasang
Rumah-bergetar-angin dan bulan menjadi satu…
Menyapa setiap pintu rumah dengan keanggunannya
Rumah-angin dan bulan-penuh
Membawa sejuta satwa dalam keruh air yang berkunjung di dapur itu
Membasahi setiap ujung tiang kayu-jabuk
Meninggalkan onggokan-onggokan tanah-hitam berlumut
Buruk…buruk…
Puisi~
Dhe chan
Diantara subuh dan petang
gadis itu menunggu
duduk di se0nggok rumput yang mengering
datangkah ia?
Atau
dia hanya akan berlalu
dengan keheningan yang memporak-porandakan ladang rumputku?
ah. . . sudah ku duga
dia hanya berlalu. . .
dengan menitipkan
senyum
diatas pundak kokoh yang terlihat menyipit itu. . .
dheny_chan,
sangatsu 09
Senandung Angin Musim Gugur
Dhe chan
Aku ingin menjadi angin...
yang menyapa dedaunan kering yang berguguran di pekarangan
rumah itu. . .
Menyapa ilalang yang menebarkan benih kerinduanku. . .
Bermain bersama sekawanan dandelion yang bersemi diujung kolam emasmu. . .
Aku ingin menjadi semilir angin yang bisa menyapamu dikala rasa gundah merayapi punggungmu. . . Menyisirnya menjadi belaian lembut nan syahdu. . .
Tapi, tak pernah kau lihat geraniumku yang mulai merekah disamping kursimu. . .
Aku ingin menjadi angin yang bisa berlari kearah dirimu. . . Menyapa hatimu yang dingin membeku itu. . .
?!
Dhe chan
Sebenarnya apa yang kupikirkan?
Aku tak menangis melihat luka itu menorehkan perih diatas kertas putih itu
Aku tak bersedih merasakan patung-patung cerewet yang memandang dingin pada baju biruku
Sebenarnya apa yang kau pikirkan?
Tak kulihat kau menangis saat panah logam itu menancap diantara tulang sum-sumku...
Tak pernah kurasakan kau memandang lembut pada serumpun bunga yang menggantung riang di kacamataku
Aku Tak mengerti apa yang kalian pikirkan . . . !
Memaksaku mengeluarkan rantai emas dari balik rambut hitamku
Aku tak mau ! Kau memandang dengan keras pada penaku!
Aku tak perduli kau caci aku dengan nyanyian keramahanmu
Tapi tatapan dingin itu mengganggu jalanmu . . .
Orang yang sama
Dhe chan
Aku merindukanmu setiap waktu
Dalam gelisah hujan... Dalam terik mentari... Dan dari setiap malam-malam yang kulalui Tanpa bintang dan bulan. . .
Aku menitipkan rinduku pada gerimis yang membasahi wajahmu dalam setiap mili air itu kupanjatkan doa-doa agar aku selalu bisa tersenyum saat melihatmu. . . Ku selalu ingin menjadi yang terbaik untukmu tapi, aku tak bisa menjadi satupun dari bagian hidupmu. . .
Kegelisahan hati ini terus berlanjut hingga saat ini, membuat segurat khawatir pada wajah ilalang yang ku lalui. . .
Begitu besarkah aku menyukaimu?
Atau hanya sekedar keeg0isanku yang tak dapat melepaskan bayanganmu. . . ?
Semilir Angin Musim Gugur
Dhe chan
Semilir angin meniup tubuhku berlayar kearah dirimu
menapaki koridor yang sunyi dan lembab
diantara gesekan
daun yanagi terdengar riuh sorak anak-anak bermain. . . dan sosok dirimu yang tersenyum melambai padaku...
. . .
Aku hanya diam terpaku memandang dirimu yang berlari menuju kearah hatinya. . . Sekilas sosok bayangan itu berbalik, begitu silau cahaya mentari sore itu menerpa wajahku lewat punggungnya... meskipun mataku terpejam... ingatan ku tetap mengarah padanya... sosoknya yang berlalu pergi dengan punggung yang gontai. . .
Daun yanagi bergetar ditiup angin musim gugur. . .
Tetapi mata itu. . .
Mata yang memancarkan kesungguhan hatimu
. . .
Aku akan tetap berada disini
tubuhku akan tetap berdiri disini. . .
bayanganku akan tetap berpijak di tanah ini. . .
tetapi. . .
hatiku telah dibawanya pergi. . .
Lantai Ketiga
Dhe chan
Sendiriku bersama p0hon kapuk memandang dari balik jendeLa,
rumpuT hijau yg menghampar sepi menuju angin yg meniupnya bersep0i
kumbang laba-laba dan burung menari di bawah genangan air cucuran_ yg merembes dari tangki air mandi_
dengan riang dibawah terik matahari di siang itu
Ku buka jendeLa dan merasakan angin yg masuk melalui celah dedaunan_
bersandar pada keingintahuan yg tak berperi
haus
burung gereja itU pun tUrun merentankan sayapnya menuju genangan kecil di samping perpustakaan itU...
Samar-samar ku rasakan desiran angin yang membuyarkan sepi gedung pusat yang melamun dengan k0k0h di tengah nadi Universitas
hanya terlihat beberapa org yg berlalu kearahnya
ilalang itUpun menangis sendu...
Kendaraan menderu di halaman yg di tUmbuhi poh0n ketapang itU...
para k0l0ni batako rindu mendengar derap langkah pelajar yg ingin menuju ke gedung putih biru itu... kebaha6ian pinus_keciL dengan senyum nya yang memudar_
para pelajar itU tak singgah menghampirinya_ ia hanya sekedar lewat... dengan menebar senyum yang men0rehkan perih...
Lantai putih mengkilat karena tak pernah tersentUh ujung sepatu_ hanya terdengar beberapa suara langkah sepatu yang memudar di anak tangga ketiga...
12:17 Sab 28/02/2009
Rintik
Dhe chan
Hujan hari ini membuyarkan lamunan ku,
rintik hujan itu~
menyanyikan sepi...
Rintik itu~
Begitu dalam...
hingga aku tenggelam dalam jatuhnya...
jauh~
dari awan yang melayang pilu~
ia jatuh~
dengan kecepatan yang tak ku mengerti...
KURSI~
dhe chan
Kursi~
“Tuan duduklah
disini”
Aku menyodorkan
senyum
lebar
kepada pemuda itu,
ia tak membalas menyapaku
dia langsung duduk
tanpa ekspresi
memandang hampa
pada papan tulis berkabut itu
sepertinya ia resah
duduknya
tak tenang
dalam kebisuannya
Pemuda~
Ngantuk,
Aku merana di sudut
Kursi tak bertuan ini
tua~ renta~
Aaaaah~
Aku lapar
Ilmu itu berhamburan
di lantai-lantai koridor
Keluar dari pintu-pintu malam
Yang tak dibekap mikropon sunyi
bosan~
aku terkapar dalam
jeritan bayanganku
Tak berdaya
Duduk diam
Disini~
Dua jam dalam bisu
Berakhir~
akhirnya tak ada suara lagi
di kelas buta ini
tuan itu langsung pergi
ia bahkan tak menyapaku sedikitpun
hmmphhh~~
setiap hari mengulum sepi
di sudut ini
aku tua~ renta~
tak ada yang mau melihatku
kini aku berkhir
merana
di pojok kelas
dhechan
antara 1 siang dan 2 Oktober pagi
SekueL My Heart chapter 1
Bagian Yuuri's Heart
Tokoh:
1. Chinen Yuuri as Yuuri Chinen/ Yuuri/ Chii
2. Dhe chan as Nadhesiko no Sakura/ dhechan/ ai-dhe
3. Yamada Ryosuke as Yamato no Gakuto_sama/ yamachan/yama
Genre: R0mance~
" aaah ame~ "
Yuuri segera berteduh di halte bus. Ia lupa membawa payung mungilnya yang berm0tif transparant itu.
"Ame ga hir0i~ "
aah harusnya hujannya lama~
ia mendesah lagi, membuang nafasnya dan menariknya lagi dalam-dalam
Rintik hujan merembes
dari halte yang tak bisa di bilang besar itu.
Yuuri melirik ke sudut jalan,
ia bersandar membayangkan
menjadi air hujan yg menyapa dedaunan p0h0n di jalan yg selalu ia lewati itu setiap hari menuju rumahnya,
biasanya aku dengan dhechan pulang dari sek0lah melewati jalan ini, ,
dengan Yama di sampingku,
berjalan agak mundur 1 langkah
atau
berjalan duluan 2langkah lebih panjang,
di depan kami.
Aku dan dhechan.
Berjalan lambat-lambat kaki kami seakan enggan sampai...
Sepanjang jalan dhechan biasanya selalu riang,
menyapa apa saja yang di lihatnya.
Seperti ini~`
"kyaAA Kawai >,<"
wajahnya bersemu merah setiap melihat sesuatu yang manis
ya~ tepatnya semua hal yang dianggap nya manis
katak di jalanpun dianggapnya manis ^-^ hihihi
atau dia akan berteriak
"kyaa k0ko wa sugoi"
melompat-lompat sambil menenteng tasnya tingg-tinggi "nee~ k0cchi~k0cchi"
dhechan selalu bersemangat dan mengembangkan senyumnya dengan manis.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihatnya dengan riang.
Yama juga.
Ia tersenyum simpul sambil menggoda dhechan sesekali.
Yama sangat manis, ia sangat menyayangi dhechan.
Kakak-adik yang bahagia. . .
hmmph kali ini aku sendirian~
hati Yuuri mengernyit
"hit0ri de~ "
"hmmph~ "
ia menarik nafas panjang~
"fuuuh~ "
hembusan udara hangat itu menguap seketika, membuyarkan lamunannya~
amee~
dhe chan~
ai dhe~
"bLUSSH"
wajahnya langsung memerah
dhe chan~
shinjite iru yo
m0u ichido kimi ni aitai naa~
*aku ingin bertemu denganmu sekali lagi*
Yuuri menggenggam jari-jarinya erat. Memeluk kehangatan dari pecahan-pecahan ingatan yang selalu ia simpan dengan rapi di dalam hatinya.
"drrssshhh. . . "
hujan terus turun menaungi taman itu. . .
Menyimpan hati Yuuri di haLte bus mungiL itu.
~Yuuri's heart~
.
Yoshi
Anak itu memandangku dengan tatapan yang tak bisa ku mengerti,
setiap bertemu
pandangannya terhadapku semakin runcing.
seakan terlelap dalam pikirannya~ terhadapku?
kenapa?
Aku tak mengerti dengan perasaanku sendiri
kenapa aku begitu tidak menyukai orang itu?
dia selalu bisa membuat dhe chan tenang
dan membawanya dalam diam nya
aku . . .
DIARY DHE CHAN
2 OKtober 2009
Kalimat pembukanya~``
Usooooooooooooo *bohong* aku tertipu >x<
Hari ini aku tertipuuuuu~ ber X X X
Berkali-kali dalam 2jam
Uhmmmpp~
Di suruh baca puisi~ gak bisaaa aaaaaa~~~~~
Pagi-pagi jam 08.30Wita
Harusnya dhe masuk kuliah jam segitu,
Tapi dhe bangun kesiangan
Dhe
Bangun jam tengah enam TENG!!!!
KyaAA belum nyetrika baju >////<
Dan akhirnya habis sholat subuh yang kesiangan itu dhe nyetrika
Dan sperti biasa jugaAA
Aku selalu kecewa dengan hasil setrika’an ku T-T
TEtaph kusut dimana-mana dan keadaannya malah lebih parah dari yang sebelum di setrikaaaaaaaa
Aaaaaaaaaaaa~~~~~~~~~
Kenapa harus ada pekerja`an yang namanya nyetrika?
Saiya tidak bisa!!!!!
Jika ada pertanya’an seperti ini:
Hal apa yang paling kamu tidak suka?
- NYETRIKA BAJU
>>> dengan jujur saiya akan jawab “ AKU TIDAK SUKA!!!”
- MENUNGGU
>>>DAIKIRAI Benci sangath dengan yang namanay nunggu orang!!!
- KECOAK
>>>> TAKUT SEKAL_SEL<<<<<<
GYAAAAAAAAAAA HONTOU KOWAAAAAI
- TEMPAT GELAP & TEMPAT TINGGI
>>>>TRAUMA>>>>>
- DARAAAAAAAAH aka Blood
>>>>phobia<<<<< pingsand~~~~~~~~~~~
- AIR
>>>Tidak suka terkena cipratan air >//////<
Kayak kucing ne???????
****kambing tepatnya!! Nyahahahahahaha XDD
- PANAS!
>>>>>> I HATE<<<<<
Aku tidak suka panas!
Kulitku terlalu sensitive dengan sinar matahari
Yang memanggang sempurna di siang hari yang menyengat!!!
** aaaaaaaaahhh~~~~~~~~~~ aku meLepuuh**
~~~~~~~~~~~~SUNGGUH LEBAY TAK TERKIRA~~~~~~~~~~~~~
Intinya saiya di landa sutrisme TxT
Streeeeeees sampai gak bisa tidur hiks hiks >w<
Kemarin,
Sampae jam 1 malam nyoba baca puisi,
tapi malah ketawa-ketiwi sendiri
ahh seumur hidup paling takut kalau di suruh baca puisi TxT
Aku tidak sanggup
membayangkan harus maju ke depan
dan membacakan puisi ini!! *nunjuk puisi bkinan sendiri*
hiks hiks
kyaaaaaa mataku tak mau terpejam nervous
aduch aduch
nasib-nasib
ini rekor saiya tidak bisa tidur nyenyak
3hari berturut-turut
Araaaaaaa~~~~~~~
Maaaamaaaaaaaaaa~~~~~~~ >____________<
Anakmu ini tidak bisa bobo````
Doushiyo~~~~~??????????
>>Cepetan bobo sana <<
*meLemparkan diri ke Pulau Kapuk*
@@@@@@@@@
Yaaataaaaaaaaaaaaaa gara-gara gak bisa tidur, bangun kesiangan hari hujan jalan becek dan parkiran penuh dan Lumpur dimana-mana
Daaaaan sudah bisa di tebaaaaaaaaakkk
SAIYA TERLAMBAT!!!!
TIIdaaaaaaaaaaaaakk
Ampuni saiya Ibu Doseeeeeen >///<
@@@
Sampai kelas Dosen sudah di kelas,
Dan dengan makLum beliau berkata, “cepat masuk~”
*keseringan telat saiya**
Beliau,
tidak marah dan tidak bernada tinggi~
oohhh ibuuuuu dhe sayang ibuuu >////<
*** hampir semua mata kuliah saiya pernah dan sering sekaLi terlambat ****
Benar-benar tidak ada yang bisa di banggakan dari situ
(nunjuk diri sendiri) => gak mau ngaku tadinya nyahahahaha XDD
@@@@@
Begitu masuk, langsung disuruh membaca,
Tapi syukur dari baris kursi belakang >>.dhe cs di tengah<<
Terus langsung ke barisan depan >///<
Dan ada puisi teman dhe, yang membuat dhe teringat kenangan dhe waktu awaL
ngekos dulu~
7 bulan yang lalu~
Dhe lupa bagaimana persisnya puisi itu
Soalnya dhe keburu menangis di awal-awal puisi
Nangis dan ribut_sendiri bilang, “tu kan aku nangis!!!!” TwT >w<
Ummmhh kalo tidak salah begini
malam ini aku duduk seorang diri
di kamar kos ku
Teringat akan rumah ku~ keluargaku
Gyaaaaaaaaaaaaaaa **banjiiiiiiiiiiiirrrr**
Nangis tenanan!
Gak bo’ongan! Saiya nangis
huwwwwwweeeeeee
mamaaaaaaaaaaa~
Dhe kangeeeeeeeeeeeeen >///////////<
@@setelah itu gak menyimak dengan baik
Lagi saiya nangis~~~ fuyu fuyu~~~
LALU APA HUBUNGANNYA DENGAN JUDUL DIATAS!!!
###NUNJUK JUDUL USO aka Bohong####
Begini saiya tertipu, kami tertipu,
Ternyata kami tidak mendapat giliran membaca puisi minggu ini,
Uwaaaa padahaL tadi udah dapat banget mood membacanya~ *tumben dhe?*
Iyaaa,, saiya kebakar semangath teman-teman yang lain, hehehe pada bagus semua, semuannya bagus sekali membacanya >///<
Antara minder dan kepengen baca juga
Kata ibu dosen kita belajar dulu,
@@nyatat dan mendengarkan dosenku bercerita @@ aaaa~~ aku suka ini @@ => LIKE
Naah, tadi mood_sensei baca puisinya dhe udah 75%
Tapi, sekarang jadi 0%
hahahahaha
Dengan santai mencatat dan bercanda dengan Gina chan yang duduk di sebelah kananku, sebelahnya Ylee, Riechan, Icet3a_chan di paling pojok, terus
waaa dhe senang sekali hari Ini, tempat duduknya menyenangkan, dhe suka duduk diantara teman-teman yang dhe sayang fufufufu @^~^@
Lalu tiba-tibawaktu lagi asik nyatet+mengkhayaL+maen2 eeeehhhhhhhh~
1 Jam kemudian,
Ibu dosen bilang,” ya, lanjutkan baca puisinya~~~
Aaahhhhhhhhh????????? WHAT THE??????
Aku yakin saat itu, mataku sudah membesar sempurna, dan bibirku sudah manyuuun sekali,,
Melongo malah, kyahahah xP
Nani? Nani?
KyaaaAA Aku tidaaaaaaaaaak bisaaaaaaaa
Kadar mood: O% (noL persen) 0%
NOOOOOOOO~ MOOD SAIYA UDAH ILANG DARI TADI BUUUUUUU~~~~~~~
Lalu Ibu Dosen bilang,
“ Kalian jangan bilang, Ibu-ibu saya tidak berbakat!”
TIDAK BISA BEGITU! Kamu sudah terlanjur masuk ke Sastra!
Terimalah Nasibmu~~~~~~~~
Ahhhhhhhhhhh iyaaaaaaaaa~~~~yaaa~~~~
Saiya sudah masuk sastraaaa~~~~~~~
Kata Ibu Dosen Lagi,
“Membaca Puisi bukan hanya hobi lagi bagi kita,
Tapi panggilan jiwa~”
Ooohh Mae Godz ibuuuu~~ kata-kata ibu kereendh sekaLi >////<
Panggilan jiwa katanyaaaa~~~~~~~
Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa melayaaaaaaaaaaang dhe melayaaangggggg~~~~~~
Dhe sampai terbang ke Atap Kampus!!!
DUEEESHHHHHHHHH!!!
Tapi, tetaph saja saiya tidak bisa ibu~~~~~ ==_______==a
Saiya lebih suka di suruh bikin puisi banyak-banyak!!!
Hiiikksuuuu >_______<
Sepertinya Ibu Dosen memperhatikan saiya yang gundah gulana ini
>~<
lalu Ibu Dosen bilang, “ Coba kamu nikmati puisi_mu itu ”
eehhh????????? Benar,, menikmati puisi!!!!
uwaaaaaaaaaa kata-kata Ibu DAHSYAAAT!!!!
Jadi semangat lagi mau baca puisi nya!!!
Kadar mood: 68%
Lalu, tiba-tiba lagi
Itu apa tandanya???????
YEPS benar sekaLi kelasnya mau di pake buat mata kuliah laeen~~~`
RARGHHHHH
PadahaL tadi sudah semangath 45!!!!
Ya, membacanya puisinya di lanjutkan Jumat depan!!
Yaakk yatta!
Dan untuk kesekian kali,
dalam 1 MATA KULIAH PAGI INI
DALAM 2 JAM SAIYAAA TERTIPUUUUU 3X 3X TIGA KALIIIII
>______________< Usoooooooo~
Tapi, ya udah lah gak apa-apah
Yang penting dhe sudah belajar dan berusaha, hohoho
Yeps tetaph semangath sampae Jumat depan!
Semoga mood saiya bagus nanti, huwehehehehehe @^~^@ amiin
Nahhh~
Ini
Lampiran puisinya dhe~
KURSI~
Oleh dhe chan
Kursi~
“Tuan duduklah
disini”
Aku menyodorkan
senyum
lebar
kepada pemuda itu,
ia tak membalas menyapaku
dia langsung duduk
tanpa ekspresi
memandang hampa
pada papan tulis berkabut itu
sepertinya ia resah
duduknya
tak tenang
dalam kebisuannya
Pemuda~
Ngantuk,
Aku merana di sudut
Kursi tak bertuan ini
tua~ renta~
Aaaaah~
Aku lapar
Ilmu itu berhamburan
di lantai-lantai koridor
Keluar dari pintu-pintu malam
Yang tak dibekap mikropon sunyi
bosan~
aku terkapar dalam
jeritan bayanganku
Tak berdaya
Duduk diam
Disini~
Dua jam dalam bisu
Berakhir~
akhirnya tak ada suara lagi
di kelas buta ini
tuan itu langsung pergi
ia bahkan tak menyapaku sedikitpun
hmmphhh~~
setiap hari mengulum sepi
di sudut ini
aku tua~ renta~
tak ada yang mau melihatku
kini aku berkhir
merana
di pojok kelas
dhechan
antara 1 siang dan 2 Oktober pagi
Otanjoubi Omedetou Dhe~
Met ULtah... untuk dhe~
Kegantengan Yuuri Chinen
Tak terbatas di sekolah >///< Kyaaaaaa
oooooooo my God~
ya ampooon Guanteng tenan~~~~~~
kakkoi chii~
kerendh >//<
Yuuri
rona mataku
terbang dalam
tarian gigi keLinci~mu. . .
terbang dalam
tarian gigi keLinci~mu. . .
My Princess xP
cuantik buangeth!
kyaaaa~ kakkoi >//,
Atashi no kokoro
Chinen Yuuri deaisuki
Atashi no yuri
kirei no hana
Makhluk terindah in Horikoshi gakuen.. hwahahahaXD
Siapa yang tidak meng-iya-kan ke-kawai-annya???
Hontou ni KAkkoi
matureeeeeeeeeee hansamuuuuuu
doko e?
Kalau menyukaiseseorang itu bisa
disebut sebagai
kebahagiaan. . .
Lalu
^^^^^^^
Chinen Yuuri
my answer
>w<
fufufufufu >~<
disebut sebagai
kebahagiaan. . .
Lalu
dimanakah
Letak kebahagiaan itu. . . ?
^^^^^^^
Chinen Yuuri
my answer
>w<
fufufufufu >~<
About this blog
SeLamat Datang Di dunia ku~
kore wa my_worLd
di sini adaLah dunia dhe~
semuanya adalah impian harapan dan keinginan dhe~
hehehehe
gomen kalau terlalu narsis~ or lebay~
demo, iniLah dhe~
perasaan dhe~
impian dhe~
sumimasen hontou untuk teman-teman yang tidak suka
tapi bLog ini adalah penyaLuran inspirasi dhe-chan
seLamat datang
di dunia mimpi~ku
senang bisa berkenaLan dan bertemu dengan teman-teman semuanya~
terimakasih banyak
untuk kunjungannya di gubuk mungiL ini~
ini adaLah
dunia dhe-chan
\^~^/
nadheshiko_momoko



