aku~ tidak tahu apa yang harus ku tulis untuk memebuat essay tentang BAHASA DAN GENDER DALAM KONTEKS BUDAYA BANJAR, DLL (DAERAH LAIN YANG ANDA KENAL) hmmphh secara Teori aku mengerti.
tapi, ketika disangkut pautkan dengan bahasa daerah~
aaaaa
ini yang aku tidak mengerti~ /=_=\
aku.. sama sekaLi tidak bisa dengan bahasa daerah~
baik bahasa Jawa yang merupakan bahasa ayah ibu ku
ataupun bahasa Banjar tempat dimana aku diLahirkan.
kebiasaanku setiap hari memang memakai bahasa campuran. Indonesia-Banjar-nihon
tapi, itupun bahasa banjar yang biasa saja, bahasa pergauLan, bukan bahasa asLi.
aaaa~ bagaiamana aku harus nengerjakan tugas ini?
secara contoh-contoh pemakaian dalam bahasanya saja aku tidak mengerti =_=a
hiks hiks hiks
bukannya aku tidak ada usaha >//>
sudah 3 hari ini aku tidak tidur nyenyak >.< begitu ="_="a">^<
dan hari ini essay itu harus dikumpulkan.
aaaaaaa~
doushiyo?
nani no sei?
saLahkah jika aku yang tidak bisa berbahasa daerah ini????
hiks hiks hiks
daerah tempat tinggal ku, merupakan kota kecil yang memang sedang berkembang karena adanya perusahaan-perusahaan batubara, bijih besi dan memang kota dagang yang dekat dengan pelabuhan yang aksesnya mencapai negara-negara maju sseperti jepang, dll (mendunia~
orang-orang yang datang dari berbagai suku, dan mendiami daerah kami.
tidak ada bahasa asli lagi.
semuanya bercampur menjadi bahasa pergaulan yang unik.
kami mengerti dengan bahasa mereka satu sama lain, tapi tidak bisa mengikuti percakapan dengan memakai bahasa mereka.
hmmpphh~
haruskah contoh yang ku ambiL memakai contoh dalam percakapan nihongo??
aku rasa Lebih jeLas tersa perbedaan "Gender dan seksisme nya" =_=a
kaLo yang ini dhe Lumayan mengerti~
hiks hiks dari keciL berguLat dengan nihongo. walau hanya belajar dari buku-buku, tapi dhe mengerti dimana Letak perbedaannya. antara bahasa yang digunakan laki2 dan bahasa yang digunakan perempuan T^T
hmpphh tapi, ini daLam bahasa daerah~
dari bahsa suku yang menyangkut adat-istiadat di Indonesia...
aaaaaaaaaaaaaaaaa~~
aku menyesaL duLu tidak beLajar bahasa Nenek moyang ku (Jawa).
haaa~
Ayah dan Mama tidak ada disini..
aku disini sendirian.
tidak ada yang bisa ku tanya, tentang bahasa daerah ku itu =_=a
hiks hiks
yosha~ yang penting dhe sudah berjuang!
3 hari yang tanpa tidur nyenyak.
waLAupun hasiLnya memang jauh diLuar dari kata "bagus"
tapi, yang penting, paLing tidak dhe sudah "berhasiL" membuat essay tersebut.
ini gara2 dhe juga yang dodoL />.<\ coba dhe rajin ngerjakan tugas2 kampus~ jadi tidak numpuk kayak sekarang kan =_=a aaa mulai lah hari2 sengsara tanpa cinta~ >di bantae<>//<>ngiket kepaLa<> SOsioLinguistik dulu untuk har ini dan besok!
bikin essay~
nyaw
dhe kagak bisa~ dhe kagak ngarti ini >//<>geLundungan ke Jurang<>deviL Laugh< *ngudek2 brankas mbah googLE* xP rencana sudah di jaLankan sejak 2 hari yang LaLu dan HASILNYA~~ ~gak ada~ ~fuyu~fuyu~fuyu~fuyu~ angin musim dingin kaLi ini benar2 menerpa ku~ ARGHHH Mama~ apa yang harus dhe LAkukan??? Mama~ T_T putimu ini tidak bisa bahasa nenek moyang~ <>nihon
hihihi
kaLo di daLam bhasa nihon
jeLas terlihat antara perbedaan GENDER!
pemakain bahasa juga dibedakan~
bahkan daLam penyebutan kata aku!
pr = atashi lk = ore
watashi dan boku bisa digunakan dalam wilayah formal~
aa masih banyak lagi penggunaannya~
semua bahasa antara laki2 dan perempuan sangath berbeda~
ini bisa dijadikan dalam ragam bahasa gender nya~
aaaaa demo isi tugasnya begini >//<
SOSIOLINGUISTIK REG-A, 2009
Tugas 14/12/2009
BAHASA DAN GENDER DALAM KONTEKS BUDAYA BANJAR, DLL (DAERAH LAIN YANG ANDA KENAL)
: Tulislah esai sepanjang 5000 karakter tentang bagaimana perbedaan pria dan wanita Banjar atau dari budaya lain di Indonesia yang Anda ketahui, dan tentang bahasa seksis dalam konteks daerah tersebut. Berilah penjelasan memadai dalam kaitannya dengan adat daerah.
Jadi, esai tersebut terdiri atas dua subbagian besar. Pertama tentang Ragam Bahasa Pria dan Wanita dalam Konteks Lokal, dan kedua, tentang Bahasa Seksis dalam Konteks Lokal.
Tugas dikirim via kotak komentar halaman ini paling lambat 19 Desember 2009.
hiks hiks hiks
jeLas terLihat disana~
bahasa dan budaya INDONESIA~
myaw myaw myaw T~T
>ngeker di jaLanan<
***THE END****
ee?? masih ada tugas2 yang Lain Lagi~
@> APresiasi buad besok malam 1. Drama 2. roman
#> minggu buad ngetik ulang tgs Pendidikan bahasa dan Sastra
@selasa??? mphh tugas Keterampilan Menulis dan tugas Keterampilan berbicara~
MK Ket. Menulis a. Mengarang Karya iLmiah b. Mengarang Paragraf" - narasi -persuasi -argumentasi -diskripsi -rujukan
MK Berbicara -susunan acara "(jadi pembawa acara)
=_=a
aaa aapa Lagi ya tugas2 dhe~
dhe Lupa~
nyaw
(ngesot di tangga)
yawdah lah itu dulu yg dipikirkan =_=a
yang lain ntar nyusuL T^T
hmphh buad apa juga ya dhe pasang pengumuman gne??
ya~ buad semangath aja ngerjain nya atuh~
bLog saiya~ isinya cuma diary gak jeLas dan posting piku2
ya ini blog gak pernah dhe tulis sesuawtu yg bermanfaat dech kayaknyah
hahahahaha
dwasaR dhe geBlek~
nyaw sutra saya lah ni blog juga saiya yg buad ata dasar pondasi ilmu kesabaran dan hati nurani yg tulus hohohohoho
>di geplak sandaL
ne~
mong-omong ne taon ajaran kuL dah pada mau keLaR
tapi tapi tapi
tugas dhe lum ada yg keLaR hiksu hksu
mama: sALAH MU DEWE DHE! syapa syuruh kagak di kerjakan dari kmaren2 ?
dhe: kyAAAA amPyunn mama~
tobat tobat~
ini udah mau dhe gawe~
*janji
i'm promise~
sok engL
padah dodoL bangeth ni ma bhs engL
T^T
hokeh~
aiyou kita teliti berasama tugas apa aja yang lum dhe kerjakan
hmm hmm
1. MK APRESIASI PROSA FIKSI DAN DRAMA * APresiasi Puisi Pengarang kaL-seL *APresiasi Naskah Drama *APresiasi ROman/ NoveL angkatan BaLai Pustaka
2. MK KeterampiLan MenuLis *Membuat Tema dan Kerangka Karangan *Membuat Karangan : a. argumentasi b. Narasi c. persuasi d. diskripsi
3. Pendidikan Bahasa & Sastra Kelas Rendah *peneLitian ke Sekolah Dasar *membuat RPP
4. FonoLogi *Tugas Traskripsi Puisi "Betapa Sukarnya" *Fonemis dan *Fonetis
nah~
aiyou dhe di koreksi sudah berapa persen yg di gawe nak?
dhe: ehehe ampun nyonyah saiya bahkan lum mengerjakan samasekaLi ^_^
*muka poLos tanpa dosa*
Mama *urut kepaLa* *ngasah jempoL kaki*
dhe: KYAAAAAAAAA GOMEN NASAI Mama~
GOmen ne~
>//<>//< nyaw nyaw
>gulung bareng neko<
ne untuk yg tgs MK APresiasi
* Puisi nya udah dapat tinggal di apresiasi ^~^ * terus untuk naskah drama nya dhe lum dapet hiks T_T * untuk roman sedang dhe usahakan~ hari ini tadi bener2 melelahkan~
hiks dhe kmaren dah mengajukan surat usulan bikin kartu di perpus cabang nasional tapi pas pagi tadi ksana belum jadi kuL fonologi dulu terus dapat tugas baru TwT selesae kuL ru ke ruang kemahasiswa'an Lagi terus itu petugasnya marah2 katanya kok nomer induknya belum di'isi? dhe: mana ku tahu bu~ salah ibu juga dari kmaren gak ada di ruang kerja >//<>//<>//<>3<>njedokin paLa ke tembok<>//<>hug ibunyah orang<>nyembah2>
>speciaL to daRLing~
*hug Gina chan* muah2
yg dah nemukan buad dhe~
kyaaa
hari ini kita ambiL buku nya~
ahahahha
malam ini terpaksa lembur mbaca ne noveL mpe mata pedes >//<
bwakakkakak
yawdah Lah cukup sampae disini catatan saiya hari ini~
besok mau post berapa banyak lagi yg harus dhe kerjakan~
huft~
buad mama ku~
gomen nasai~
mudah2an dhe bisa menyelesaikan semuanya sampae waktu nya tiba~
Aku menunggu Yoshida dari latihan klub bolanya. Ia tak memintaku untuk menunggunya. Tapi, aku harus menunggunya. Sudah 5 hari sejak kencan di taman itu. Ia tak ada menghubungiku lagi.
“Hmmmph~ semoga Yoshida membaca e-mail ku tadi”
Langit mendung. Sepertinya benar-benar akan hujan.
Dengan alasan piket kelas, aku menolak pulang dengan adikku. Ginko pulang jalan kaki dengan meninggalkan sepedanya untukku.
“kalau kemalaman bahaya, kakak pakai itu saja, aku jalan kaki” setelah mengatakan itu Ginko pergi. Seakan menegtahui kegundahan hatiku, ia tak protektif lagi padaku.
“untuk hari ini saja! dan itu tidak akan lama”
“ha-hai’ sankyuu gin~”
---
18.45
“Krssk krsssk” suara gesekan sepatu Yoshida dengan dedaunan.
“aah~ Yoshida~ kau datang~ aku sudah menung~
“kita sampai disini saja~”
“nee?”
Aku membelakkan mataku tak percaya
Kalimat itu datang dari bibir Yoshida
“hubungan kita sampai disini saja”
BLaaaaaR!” kiLat menyambar dilangit dan hatiku.
Aku tak percaya.
“doushitte?”
“betsuni”
“nande?”
“hahh~ kita putus saja”
Tanpa menjelaskan apapun padaku. ia pun pergi meninggalkanku dengan kilatan perih yang merajam ku.
“Yoshida~ doushitte?”
---
“Nadeshiko-chan” seseorang menyapaku. Suara yang sangat ku kenal. Yang sangat ingin ku dengar saat ini.
“aa~ Matsu?”
“kenapa kamu disitu?” Tanya Matsuda padaku. Ia menatapku heran.
Ya, wajar saja. aku terduduk di depan kelasnya tanpa alasan.
“Matsu~” aku langsung menghambur kedalam pelukan kakak sepupuku itu.
“ee? Doushita no?” matsu mengangkatku.
“nande Atashi?
“ha?”
Nande atashi nano??”
nani no sei?”
“ee???” matsu sangat bingung dengan sikapku. Ia membawaku ke ruang loker.
“eeto~ ini ada apa?” matsu mengguncang-guncang tubuhku yang sudah lemas.
“kenapa harus aku? Apa salahku?”
“haa? Kenapa lagi ini?
“Yoshida~ tak mau biacara padaku. Sekarang dia meninggalkanku”
“Saa, Yoshida kei lagi?” matsu terlihat sangat marah. Ia mengepalkan buku-buku jarinya.
“matte yo! Akan ku buat ia bicara~”
“eeeeeeeee?? Chotto~”
Matsu berlari meninggalkanku. Jalannya cepat sekali.
“matte yo~ matsu~” aku mengejarnya, tapi kalah cepat.
---
BRUAAAAKKK!!
Suara gaduh terdengar dari kelas Yoshida.
Uaaa~ aku terlambat ><
Braak” ku dorong pintu itu kuat-kuat.
mataku menyapu ruangan kelas itu.
Semua pandangan menerkamku.
“aa~ Matsu!!!!!!”
Aku berlari menghampiri matsu. Kakak sepupuku itu kini sudah berada diantara kursi yang berserakan.
“Matsuuu! Daijyoubu??”
“iie~” matsu menarik tubuhku ke belakang punggungnya.
“huh! Kau bawa teman laki-lakimu?” Tanya salah satu anak dari kelas itu. Ia mendekatiku.
“DAME! ODA!!”
“nani?”dia berbalik memandang Yoshida.
“Yame!”
“nande Kei?” Oda protes pada yoshida.
Dengan pandangannya seakan ingin menerkam.
“dia bagianku” dan yoshida mendekati kami. Tangan kekarnya menarik kerah seragam Matsu.
“matte~ yoshi!” aku menarik tangannya.
“pergi~” matsu mendorong tubuhku.
BUGH!
Yoshi memukul rahang matsu.
“DAME YOSHI ><”
---
“Jangan pernah mendekati Nadeshiko lagi” matsu baru saja melayangkan satu tinjunya pada yoshida.
“dame matsu!!!!!!!!” sebelum ia melayangkan pukulannya lagi, aku segera berlari merangkulnya dari belakang.
“sutoppu~ onegai~” aku menangis di punggung matsu.
Matsuda menghentikan serangannya. Beberapa teman Yoshida membantunya berdiri. Dia memang jago berkelahi, tapi Matsu jauh lebih kuat. Yoshida mengelap darah di bibirnya dengan lengannya yang terbuka. Dia memang tidak pernah memakai seragam sekolahnya dengan rapi.
---
“tunggu~ kancingkan dulu seragammu~” aku menahannya untuk tidak lebih jauh lagi berjalan ke dalam sekolah.
“aku enak begini” katanya mengacuhkanku.
“demo~ hari ini ada pemeriksaan peraturan sekolah, dan aku tidak mau kau terkena masalah lebih jauh dari ini” ku tatap matanya lembut. Hanya ini yang bisa menetralisir keangkuhannya.
“haahh~” yoshida menghembuskan nafasnya panjang. Ia menunduk menyentuh keningku dengan keningnya.
“kau ini ya! Berani sekali mengaturku!” ia memelototiku.
“ini permohonan~ plise~ onegaishimasu” aku berjongkok menahannya lagi dengan segenap hati.
“haaaaaaah~ sesukamu lah” lalu ia menyerahkan kedua lengannya kepadaku.
“Baju seragam ini dibuat panjang untuk melindungimu dari sinar matahari dan juga udara dingin” aku berbicara panjang lebar, merapikan baju seragam itu. Yoshida tidak bicara apa-apa. Ia ikut berjongkok denganku di samping pagar tembok sekolah.
“ya~” katanya menurut.
---
“jangan pernah temui dia lagi!” mastuda baru saja mengancamku untuk kesekian kalinya. Aku hanya bisa menunduk, tak ingin menatap matanya. Aku~ tak bisa berjanji.
Aku takkan berhenti sebelum mengetahui kenyataannya. Aku ingin tahu kenapa ia meninggalkanku? Baru saja aku mulai menyukainya dengan sepenuh hati. Aku belum ingin berpisah darinya. Tidak untuk saat ini.
Don’t say good bye~
Hitori no yoru
---
“iku~ ” Tsuki menjemput adik laki-lakinya dengan cemas.
“neechan?” iku tampak sedang bersama dengan beberapa orang senpai di koridor yang sudah sepi.
tsuki memberanikan diri mendekati gerombolan anak laki-laki itu. Ia tak berani untuk melawan. “Para senpai itu kan berandalan sekolah” pikirnya dalam hati “kenapa iku bisa ada dengan mereka? Jangan-jangan~
“ayo pulang~” tsuki tak banyak pikir lagi.
“un!” iku mengangguk setuju.
“senpai-san, gomen nasai kakakku sudah menjemput” ia memberikan seyum termanisnya. Dan menarik tsuki dari gerombolan yang masih tertegun di tempat mereka berdiri.
---
“Matsu~ aku tidak ingin pulang”
“ha? Kau bercanda? Sekarang sudah sangat sore. Mau apa lagi disini?”
“iie, aku tidak ingin disini~ juga tidak mau ke rumah dulu.
“hmm kamu ini. Memang keras kepala” matsuda mengacak-ngacak pony ku.
“Saa, ayo jalan-jalan”
---
“Kei! Kenapa kau tak biarkan kami menghajar si Yamato itu?” orang yang bernama oda itu kini benar-benar marah. Ia membanting tas sekolahnya ke lantai.
“biar saja!”
“kau ini! Kenapa?”oda menarik kerah baju Yoshida
“dia menang 1 pukuLan” jawabnya malas.
“hah?”
“Yame Oda!” seseorang menariknya.
“apa-apa’an kau kouta? Lepaskan aku!”
“kau seperti tak kenal kei saja!” Kouta meninju lengan Oda.
“hah! Hora! Terserah kalian saja!”
BrakkK!” oda membanting pintu kelasnya.
Yoshida hanya menatap kepergian temannya itu. Dan menatap teman-temannya yang lain.
“Matsuda Yamato” ia mengulang nama rival barunya.
---
Matsu mengajakku berbelanja di toko 24 jam.
Ku pikir dia akan mengajakku ke taman misalnya.
“masakkan ini untukku” pintanya sambil menyodorkan sebungkus daging sapi segar di hadapanku..
“aku tidak pandai memasak”
“tapi, kau bisa”
“hmpphh~ ya sudah~” aku memasukkan daging itu dalam keranjang.
Matsu terlihat sangat senang. Senyumnya sangat lebar sampai menghilangkan ke dua mata sipitnya.
“yosh~ ikou” Ia merangkul pundakku dan menggeretku ke tempat yang lain.
“pelan-pelan matsu~ kau beremangat sekali”
“hahahhaaha”
BRAAKK”
Kami menabrak seseorang.
“Gomen~”
Anak perempuan yang kami tabrak itu pun meminta maaf juga.
“gomen~ aah~” ia terpekik. Ia menatapku lama.
“aa~ Nadeshiko chan?” sapanya senang
“eeh?” matsu melongo.
Siapa?
“mastu kau kenal?” Aku mengingat-ngingat.
“Tsukiko Chiba”
Eeh?
“Tsuki chan ka?
“hai~” anak perempuan itu tersenyum puas. Aku langsung memeluknya (kebiasaan burukku).
“hisashiburi ne~” tsuki balas memelukku.
“hisashiburi >~<>~<”
“iie, dhe chan juga tambah manis”
“Tsuki?” matsu menatap nya tak percaya.
“Un,”
“hooo~” matsu melengos
“apanya yang hooo?” tanyaku menyikut lengan matsu.
“hehehe~” sekali lagi kedua mata sipitnya di telan pipi gembulnya.
“beLanja?” Tanya Tsuki.
“Matsu minta buatkan nasi kari ^^”
“ohh~ jadi kalian bersama?”
“iie~ dia sepupuku” ralat matsu cepat-cepat.
“ooh~ chotto~ kalian juga saling kenaL” tanyaku heran
“Yamato teman satu Les Matematika ku waktu SMP” jawab Tsuki.
“ee? Kau les matematika? Aku baru tahu”
“Okasan yangmemaksa ku T3T”
“pantas”
“hahahaha” tawa kami pun membahana di toko itu.
---
“yokatta na~ aku duluan” pamit tsuki setelah kami mengantri di kasir.
“sendirian?” matsu bertanya penasaran.
“iie~ aku dengan~” ia menunjuk seseorang di pintu depan.
“un, kiotsukette na~”
“hai~ jyaa na dhe chan~ Yamato kun~”
“jyaa~”
---
“Iku~ aku sudah selesai~”
“un, ayo kita pulang neechan~" iku menggandeng lengan Tsuki dan membawanya dalam hujan daun musim gugur...
---
Matsuda Memandang kepergian Tsukiko dengan penasaran.
"siapa yang bersamanya tadi?"
dhe chan itu chibi dan kawai... anak manis yang sangat mencintai chinen ahahaha (narsis mampues) gomen ne isinya Chinen semua dengan segala kegendengan imajinasiku yang polos ini... hahahaha polos dimananya say??? *digebukin sepatu chinen)
aku sangat suka fotografi (bener gak nich tulisannya?)
hehhe dimanapun kapanpun pengen poto2 terus~
i like my smiLe
aku menyukai senyumanku di kamera itu~
sangat tersiksa kalo disuruh poto tanpa senyum =_=