Amai no Yuuri

Daisuki da yo... SeLamat datang di duniaku .. ^‿^v

Saat aku menyukai seseorang, hatiku sakit sama seperti sebelum-sebelumnya.

Sakit yang tidak ku ketahui kenapa… sakit yang dalam…

 

Apakah ini karena luka?

Apakah karena luka itu tergores lagi?

Atau karena luka itu takut hilang?

 

Perhatianku kini mulai beralih…

Doushiyo?

Ikuto aku tidak ingin kehilangan kamu….

 

***

Musim semi (Flower’s of Spring)

 

Langit di balik tirai kamar itu cerah. Menembus bilik-bilik tirai kamar, Naoki masih tertidur lelap tanpa menyadari jam pada ponsel yang di genggamnya sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.

“Cuit cuit cuit…” suara burung kecoklatan itu terdengar riang. Burung-burung itu bermain diantara batang pohon sakura yang mulai bersemi. Pada pucuk-pucuk batang kecoklatan itu kuncup mungil pink mulai menyeruak secara alami diantara batang-batang kecoklatan yang terlihat serasi dengan warna burung-burung yang bernyanyi riang di taman rumah mungil keluarga Mogami.

Papan nama keluarga pada pagar rumah itu bertuliskan lima nama. Urutan pertama Masahiro (Kepala keluarga), kedua Naoko (Istri), ketiga Yoshihiro (anak pertama), keempat Naoki (anak kedua), dan kelima Naohiro (anak ketiga). Diantara pagar kayu itu tumbuh lilitan bunga ungu yang terawat dengan baik. Begitu memasuki pekarangan rumah sekawanan bunga nadeshiko melambai riang. Bunga mungil yang cantik, sangat disukai Naoki yang merawatnya dengan penuh cinta. Sementara bunga-bunganya bersemi Naoki masih terlelap diantara rentetan mimpi indahnya.

“Nao~chan ayo bangun… hari ini sekolah kan?” Naoko-san memanggil putri semata wayangnya itu dengan lembut membelai kening Naoki.

“Ummm~ Kaa-san~ “ Naoki menggeliat. Matanya masih terpejam, ia malas sekali untuk bangun.

“Nao-chan~ onegai~” dengan penuh kesabaran Naoko-san membangunkan Naoki yang memang sangat bermasalah jam bangun paginya.

“Haaaiii~” Naoiki hanya menyahut sekenanya, ia memejamkan matanya lagi

“Nao~chaaaannn~”

“...”

“Naooo~”

“...”

***

“BHUAAAGKKKHH” sebuah bantal melayang ke kepala Naoki.

“Aaaaaa itaaaaaaaai yoooooo!!!!” Naoki langsung membuka matanya dan melempar balik bantal yang mengggangunya.

“Maa~ Kaa-san Nao sudah bangun” Yoshihiro nyengir, kakak Naoki itu berdiri di pintu kamarnya.

“Yokatta na~ memang paling ampuh untuk minta tolong padamu, Arigatou Yocchan~” Naoko-san mencium pipi putranya lembut.

“Eeeee?” mata Naoki terbelalak kaget.

“Anou, Mama doushita no?” ia terkejut dengan suasana kamarnya yang ramai.

“Sudah bangun kan! Cepat mandi sana!” Yoshihiro melempar handuk ke wajah Naoki.

“Eeeee? Nande yo?”

 “Aku tidak mau terlambat di hari pertama masuk sekolah!” Yoshihiro menarik tangan Naoki dan mendorongnya ke kamar mandi. Sementara Naoki masih bertanya-tanya kenapa kakaknya itu mau bersusah payah membangunkannya? Padahal biasanya Yoshihiro tanpa rasa iba sedikit pun meninggalkan adiknya itu. Membuat Naoki setiap hari berlarian mengejar bus untuk ke stasiun kereta.  

“Ini aneh…” pikir Naoki sambil menggosok gigi matanya masih sesekali terpejam. Golongan darah AB memang yang paling sulit bangun pagi =_=a

***

 

Musim Panas Summer_tea

 

“Kriiik… kriiik… kriiik…” suara belalang mewarnai langit musim panas. Di taman yang berjarak tak jauh dari rumah keluarga Mogami terdengar dua langkah kaki yang saling berkejaran.

“Srek… srek… srek…” langkah kaki pertama itu milik Naoki. Sementara dibelakangnya menyusul suara sepatu yang lain.

“Tuk… tuk… tuk…”

“Mo iyo, Naoki-Chan” Yukie berusaha keras mengejar temannya yang berjalan cepat-cepat itu.

“Hayaku Yukie-chan!” Naoki terlihat gugup ia mengepalkan jari-jarinya.

“Hmmmph… Hidoi Naoki-tte” Yukie menghembuskan nafasnya pelan, ia terpaksa berjalan mengangkat rok panjangnya.

“Harus lebih dahulu sampai!” Naoki menggumam. Nafasnya nampak tak teratur, ia gugup.

“Doushi yo? Aku sudah menyuruh Chiba datang ke taman Kaguya. Sebenarnya apa yang ku pikirkan kemarin? Aaaaaaaaaaaaaa baka jan!” Naoki mengutuk dirinya sendiri dalam hati. Bagaimana mungkin ia bisa mengatakan hal sepenting itu terang-terang? Di depan banyak orang? “Kau mikir apa sih Naoki??”

---

“Chiba-kun Matte!!!!!!!!” Teriak Naoki memanggil kohai nya itu membuat orang-orang disekitarnya terdiam heran.

“Hai’ senpai…”anak laki-laki itu berhenti, ia menatap Naoki sedikit heran.

“Aaa… anou~” suara Naoki tercekat.

“Un?” anak itu tersenyum.

“Iie… jya” Naoki menunduk. Ia memutuskan pergi.

“Eee? Chotto matte senpai~” Chiba menahan lengan Naoki, membuatnya berbalik menghadap ke Chiba lagi.

DATANGLAH KE TAMAN KAGUYA BESOK JAM SEPULUH PAGI! Sono ni, Atashi wa Chiba-kun ga Matteru na!!!” teriak Naoki sepenuh hati.

“Hosh hosh hosh” nafasnya sampai tak beraturan karena gugup yang menyerangnya dari tadi, sejak ia bertemu pandang dengan Chiba Ikuto adik tingkatnya yang ia sukai.

“Aaa…” sepertinya ia tersadar, saat ini puluhan mata memandangnya dengan tatapan membunuh. Mukanya sekarang jadi pucat, ia menatap kohai nya tadi. Ikuto terdiam, antara percaya dan tidak. Pupil matanya membesar, menandakan anak itu kaget sekali.

“Anou, gomen nasai” Naoki membungkuk di hadapan Ikuto. Anak laki-laki itu tersadar lagi, rupanya tadi karena terkejut ia jadi melamun.

“Hai~ Senpai… matteru yo~” dengan senyum khas nya Ikuto mengiyakan ajakan Naoki yang membuat anak gadis berambut panjang itu ternga-nga lebar-lebar *tak percaya.

“Eeee?”

“Yokatta na~ jya na senpai…” anak itu tersenyum lagi melambaikan tangannya sambil mengedipkan sebelah matanya sebelum ia berbalik meninggalkan Naoki.

Tanpa sadar Naoki membalas lambaian tangan itu.

“…”

“Yokatta na~ Naochaaan~” Yukie menowel-nowel pipi Naoki.

“Eeee? Naooooo?” Yukie kaget, Naoki sekarang membatu.

“…”

“Eeee Naochaaaaaaaaaan~” Yukie yang dari tadi membuntuti Naoki sekarang sedang sibuk mengguncang-guncang temannya itu.

“Eee Yukie-chan?”

“Phiuuuh… Naochan membuat ku kaget saja…” Yukie melengos lega.

“Anou, tadi itu…” Naoki menunjuk arah perginya Ikuto.

“Fufufuufu… Chiba kun menyetujuinya Yokatta na Naochan! Omedetou!” Yukie tersenyum nakal, ia mengedipkan matanya juga.

“Eeeeeeeeeeeee Usoooooooooooooo!!!”

 

***


Untuk mu

Sebuah puisi,

Untuk suami-ku

 

 

Padang ilalang kini berganti semi…

Aku yang menanti datangnya hujan…

 

termenung….

 

Belakangan ini aku jadi bayak berpikir…

 

Akankah kedewasaan itu menyertaiku?

 

Aku yang selalu tak ingin berubah ini…

Kini begitu rentan oleh banyak perubahan…

 

Aku memerlukan banyak waktu untuk berpikir…

Mungkin takkan cukup satu atau dua hari….

 

Bisa saja satu minggu….

Satu bulan….

Satu tahun….

 

Sepuluh tahun…

 

Aku tak tahu…

Kapan persisnya ia akan menyertaiku…

 

Akankah kedewasaan itu membuka tabir mimpiku?

 

Begitu banyak pertanyaan yang bermunculan dari kepalaku…

 

Tapi… bukan dari hatiku….

 

Aku…

Ingin berubah…

 

Bukan berubah,  menjadi orang lain tentunya,

 

Aku tidak menyukai banyak perubahan.

 

Aku hanya ingin berubah menjadi dewasa

 

Menjadi kupu-kupu yang cantik~

 

Mengembangkan sayapnya

Diantara harum bunga…

 

Padang ilalang di hatiku mulai bersemi…

 

Kutemui ketenangan hati dengan keegoisannya sendiri…

 

Batu itu kini mulai retak,

 

Ia tak sekokoh dulu…

 

Dan juga tidak serapuh beberapa minggu yang lalu….

 

Kuat dan rapuh…

 

Ego-ku mulai mengais-ngais di jalanan,

 

Tak ada lagi rasa kasih

 

Yang ada hanya keinginan

 

Akankah aku menjadi se’egois dirimu?

 

 

Ku selalu mencoba untuk berpikir…

Mengerti akan dirimu…

 

Aku selalu memikirkanmu,

 

Kamu dimana…

Sedang apa…

 

“Sudah tersenyumkah kau hari ini?”

 

Sudah berapa kali kah mengganti chanel televisi?

 

Itu…

kebiasaanmu…

            aku tahu…

 

dalam diamku…

Aku ingin kau selalu tersenyum walau tanpa aku…

 

Aku ingin membebaskanmu…

 

Aku ingin kamu memandang dunia bukan hanya dari sudut hatimu…

 

Aku ingin kau memandang dunia dari jendela gerbang hatimu…

 

Bukalah lebar-lebar…

Berteriaklah dengan senyumanmu…

Tebarkan cinta untuk duniamu…

 

Kau sakit?

 

Aku juga…

 

Kau rindu…?

 

Aku pun rindu…

 

Amat

Sangat….

 

Kau hancur?

 

Apalagi aku….

 

Apa yang kau tahu?

 

Apa yang tak kau ketahui?

 

Mengertikah akan semua itu?

 

Kau teriakkan semuanya dibelakang jemarimu…

 

Tapi, tak kau bisikkan satu huruf pun pada kertasku.

 

 

Semuanya…

Memang aku yang memulai…

 

Betapa sakitnya aku…

 apa kau tahu?

 

Ya… tak kau tahu pun juga lebih baik…

 

Aku ingin kau bebas…

 

Lepas dari segala ikatan-

Apa pun itu.

 

Lepas dari kurungan dunia yang kau ciptakan sendiri

Tak perlu selalu bersikap baik dihadapan ku

 

Jika ingin marah, keluarkan saja

 

Aku lebih senang kau jujur….

 

 

Ingin menamparku?

 

Lakukan saja…

Tapi jangan tampar hatiku…

 

Hatiku hanya satu,

 

Tak sekuat yang kau bayangkan

 

Tak selemah yang kau pikirkan

 

Serapuh yang kau inginkan

 

Apa yang kau tahu?

 

Apa yang aku ketahui?

 

“Aku tak mengerti apa-apa,”

 

Itu jawabanku…

 

Dan kau?

 

Apa yang sudah  kau pahami?

 

Tak ku lihat kepak sayapmu lagi

 

Semua yang kuberikan tak kau sambut lagi…

 

 

Padang ilalangku mulai bersemi di sana-sini

 

Berbunga Satu…

 

Biru…

 

Dengan latar hijau yang mewarnai setiap sudutnya….

 

 

Aku… masih sama dengan aku yang beberapa jam yang lalu

 

Aku masih setia, seperti beberapa pertemuan kita berabad yang lalu

 

Senyumku masih sama

Rona pipiku masih sama

 

Perhatianku mulai tak sama

Dan itu kau yang memulainya…

 

Ku lepaskan benang yang mengikatmu

 

Ku uraikan dengan lembut…

 

Kasih sayangku tak berubah

 

Hatiku masih sama

 

Hanya ada satu…

 biru dengan pelataran langit yang manis....

Mengertilah wahai padang ilalangku…

 

Aku dan Mimpiku


Hujan menyapaku lembut….

Dingin dan basah

Jalan Kayutangi yang ku lalui setiap hari

akankah menyimpan rindu kepadaku?

 

Ku pandangi wajahku di cermin. Masih sama dengan aku beberapa tahun yang lalu. Tetap kecil, mungil dan pendek. Apa bedanya?

 

“Tok-tok” ketukan itu membuyarkan lamunanku.

“De~” suara Ibu Kos langsung terdengar.

“Ah Ibu, mari masuk...” aku membukakan pintu dan mempersilakan masuk.

“Hari ini jadi pulang?” tanya Ibu Kost.

“Iya ibu, Insya Allah….”

“Tidak terasa, sudah empat tahun ya kamu disini.”

“Iya ya bu… Rasanya baru beberapa hari yang lalu saya datang ke kost ini” lamunanku menyeruak lagi. Kembali kemasa aku yang beberapa tahun yang lalu.

 

***

 

 “Aku tidak ingin menjadi dewasa!” kata-kata itu langsung meluncur dari bibirku.

Mama memperhatikanku dengan wajah yang khawatir. Sementara Papa yang dari tadi menceramahiku langsung terdiam.

Hening.

Terdengar rintihan tirai jendela kamarku… yang bergidik disapa angin.

Tidak ada suara apapun lagi.

Pertengkaran berakhir…

Papa… diam seribu bahasa. Tangannya masih mengepal di udara.

Ku pikir, tangan itu… tadi ingin menamparku.

 

***

      Tak seperti hari-hari biasanya, ku telusuri koridor kampus dengan langkah gontai. Teman-teman ku memperhatikan langkah ku dalam diam. Berjuta tanya mungkin menyinggahi benak mereka. Aku yang biasanya berlarian sepanjang koridor, entah itu karena terlambat atau karena ingin berlarian saja, sekarang jadi diam begini. 

Maafkan aku… masa-masa seperti itu mungkin tidak akan ada lagi….

Aku harus berubah.

Itulah yang mereka inginkan. Orang-orang dewasa yang ada di sekitarku.

 

***

      Kuperhatikan... bayanganku… yang mulai memanjang. Hari semakin sore, matahari mulai menampakkan warna merah-jingga di langit. 

Aku ingin pulang….

Pulang ke masa-masa itu. Dimana aku bisa dengan bebas bermain… dengan wajah lugu dan hati yang polos.

 

“Kenapa harus menjadi dewasa?

Padahal aku belum menginginkannya. Kenapa harus dipaksa?

Toh, mau tidak mau aku pasti jadi dewasa. Aku tidak ingin menjadi dewasa seperti

kalian! Para wajah munafik yang menebarkan luka.

Dewasa?

Cih! Hanya karena kalian sudah tua lalu bisa dikatakan dewasa?

Justru kalianlah yang tidak mengerti! Ketamakan, kebohongan, kekuasaan, materi,

itulah kedok sebenarnya dibalik kata ‘dewasa’ yang kalian banggakan itu”.

 

       Semua pikiran bergejolak dalam kepalaku. Seperti ombak yang terus menghantam bibir pantai. Semuanya kini menjadi basah oleh pasir kehidupan, air mataku tumpah. 

 

Ada apa?” Nurul yang memperhatikanku dari tadi menyapaku lembut. Dia mengusap-ngusap punggungku.

“Tidak apa-apa kok Rul, tadi mata ku kelilipan” dengan senyum manisku balas tatapan kasih sayang dari sahabatku itu. Ia pun tersenyum simpul menyeka air mataku dengan jemarinya yang lembut.

“Kalau mau menangis, sini bersandar di bahuku” Nurul menawarkan semua perhatiannya dengan sentuhan-sentuhan yang tulus. Mengusap punggung tanganku dalam diamnya. Nurul sahabatku, sungguh sifatmu yang seperti inilah yang menurutku dewasa dalam arti yang sebenarnya. Tidak seperti tuntutan orang-orang dewasa diluar sana. Orang dewasa yang tidak kami mengerti, mereka selalu mengatakan “kalian tidak mengerti!” menuntut ribuan kewajiban yang harus kami turuti. Bukankah justru kalian, orang-orang dewasa yang tidak mau mengerti kami?

  

***

 

        Hari itu dengan wajah yang dipenuhi keringat Mas Aji mengejarku. Tampak sekali mantan tunanganku itu kelelahan mengimbangi kecepatan lariku. 

“Tunggu De…” pintanya di sela-sela nafasnya yang tidak beraturan.

“Mau apa?” tanya ku ketus. Aku sudah bersandar disisi pagar rumahku.

Ada yang harus kita bicarakan” Mas Aji menyentuh bahuku pelan.

“Aku rasa itu tidak perlu lagi!” ku tepis tangan hangat itu dari bahu mungilku.

“Tapi…”

“Sudah jelaskan? Mas Aji sudah memilih kakak cantik itu. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi bagiku untuk bersama denganmu.” aku mengucapkannya dengan cepat sekali.

“Maaf…” Mas Aji menunduk dihadapanku. Wajahnya pucat, sepucat kulitnya yang putih. Tangan yang kutepiskan tadi terlihat bergetar.

“Ya… wajar saja, orang yang berpikiran rasional seperti kamu pasti menganggap semua perjodohan di masa kecil itu adalah lelucon bukan? Aku mengerti, sangat mengerti.” Ku kepalkan jemari tanganku untuk menguatkan hatiku.

“Maaf... Karena hatiku yang lemah” ucapnya lirih. Aku tidak suka dengan situasi ini, inginku berteriak dihadapannya. “Kalau memang tidak mau, bukankah sebaiknya dari awal saja kamu menolakku?”

 Tapi, sudahlah… tak ada gunanya juga aku marah-marah dengannya. Semuanya sudah jelas sekarang. Dengan begini, impianku untuk menjadi Guru pun mungkin bisa terwujud.

“Sudahlah! Aku tidak suka melihat laki-laki menangis! Pulang saja sana! Temui orang tua mu! Lalu batalkan perjodohan konyol ini! Selesaikan?!”

“Tapi…”

“Jangan khawatir, orang tuaku sudah mengetahui keputusanku. Sejak hari aku mengetahui perjodohan ini, aku sudah menolaknya, jauh sebelum Mas Aji menjalin hubungan dengan wanita lain. Lagi pula, mulai bulan depan aku akan kuliah. Jadi, tidak  ada masalah….” ku pandang laki-laki di depanku itu dengan pandangan yang lurus dan tekad yang kuat. Dia harus tahu, aku tidak selemah seperti yang mereka pikirkan. Mungkin aku belum dewasa, tapi aku bisa memandang jauh kedepan.

 

***

 

“Hmmmm” kuhembuskan nafasku perlahan. Ya, keputusanku saat itu memang benar, sekarang aku bisa memetik semua hikmah dari perjalanan hidupku. Jika, dulu aku mati-matian mempertahankan hubunganku dengan Mas Aji mungkin aku tidak akan kuliah dan bisa lulus seperti sekarang.

 

“De, hati-hati di jalan ya…” Ibu kost mengantar kepergianku sampai di depan pintu.

“Terimakasih banyak atas bimbingan dari ibu selama ini.” Kupeluk ibu kost ku itu. Wanita yang sudah membimbingku selama empat tahun terakhir ini.

 

Rintik hujan mulai mewarnai langit. Aku pun segera bergegas, berpamitan dengan adik-adik tingkatku di kost. Kemudian dengan berlari-lari kecilku hampiri kakak laki-lakiku yang sudah menungguku di depan mobilnya. Kakakku yang baik hati. Empat tahun tidak bertemu, beliau terlihat semakin berwibawa dan dewasa.

 

“Ayo kita pulang De…” sapa kakakku ramah.

“Iya kak…” aku mengangguk setuju dan langsung masuk ke dalam mobil.

“Blaaaam!” pintu mobil pun ditutup. Laju mobil ini langsung menuju kampung halamanku. Papa… Mama… aku merindukan kalian….

 

Kini... rintik hujan sudah menjadi butir-butir gerimis yang menyapu jalan. Ku buka kaca jendela mobil perlahan. Ku sentuh butir-butir air itu. Sama dengan hari dimana aku berangkat, suara air hujan mengiringi kepergianku kali ini. Nyanyian hujan menghiasi langit. Ia menyapaku lembut… dingin dan basah. Mobil melaju di jalan Kayu tangi. Jalan yang setiap hari ku lalui menuju kampus. Akankah jalan ini merindukanku? 

Ngeposting Tugas Akhir Keterampilan Menulis~


Membuat Paragraf Narasi, Eksposisi, Argumentasi dan Deskripsi


  1. Membuat karangan minimal 2 paragraf dari empat jenis karangan berikut :

1. Argumentasi

2. Eksposisi

3. Narasi

4. Deskripsi


Paragraf Argumentasi


Manfaat Berpuasa

Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan bentuk latihan kita terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari berpuasa. Dengan berpuasa pola makan kita jadi lebih teratur. Meskipun hanya makan dua kali sehari, tetapi hal tersebut justru melatih bagian perut kita untuk tidak bekerja terus menerus. Organ dalam tubuh kita (perut) sama halnya dengan oderdil dalam kendaraan bermotor. Apabila terus-menerus dipakai/dijalankan akan rusak dan menyebabkan risiko terkena penyakit. Dengan berpuasa jasmani kita, khususnya bagian perut dilatih untuk makan secara teratur dan bertahap. Tidak tergesa-gesa dan memakan makanan yang lebih bergizi. Contohnya ketika berbuka puasa, banyak menu buah-buahan yang disediakan, selain itu kita juga dianjurkan untuk menyantap makanan yang manis. Hal ini menambah zat gula dalam tubuh kita, yang akan membangkitkan tenaga.

Dengan berpuasa rohani kita juga dilatih untuk bersabar. Selain menahan haus dan lapar, kita juga harus menahan hawa nafsu. Seperti menahan marah, menahan untuk tidak mengumpat, menahan untuk tidak melakukan hal yang boleh tapi secara berlebihan, misalnya tidur sepanjang hari. Kegiatan keagamaan juga banyak dilakukan di bulan Ramadhan. Banyak kegiatan pengajian, kegiatan ceramah agama yang menambah perbendaharaan amal. Tidak ketinggalan pula pesantren-pesantren Ramadhan yang diadakan oleh pihak sekolah-sekolah, baik dari SD, SMP, SMA, SMK dan lainnya. Jadi, puasa tidak hanya memberi manfaat untuk jasmani saja akan tetapi juga memiliki manfaat yang besar terhadap rohani kita.


Paragraf Eksposisi

Menanam dengan Menggunakan Media Pot

Tentunya sangat menyenangkan bila di sekitar halaman rumah kita dipenuhi oleh berbagai macam tanaman. Tetapi, saat ini sangat sulit menemukan rumah dengan halaman yang cukup luas untuk menjadi media tanam. Salah satu tekhnik pemecahan dari masalah ini adalah menanam tanaman dengan media pot sebagai jalan keluarnya. Agar rumah kita tampak asri walaupun halaman rumah kita sempit. Hal pertama, yang harus kita perhatikan adalah ruang tempat kita meletakkan tanaman, cukup besar atau tidak. Yang kedua, kita bisa menggunakan pot yang berukuran sedang dan dari bahan yang tahan lama/awet. Ketiga, agar tanaman tidak mudah mati, pemilihan media tanah juga berperan penting. Tanah yang gembur akan menyuburkan tanaman, tetapi bila didalam pot, tanah gembur ini akan mudah mengeras dan membuat tanaman tidak subur. Cara untuk mengatasinya adalah kita bisa memberikan sedikit sekam padi atau serpihan sisa-sisa gergajian kayu dengan perbandingan 3:1 dengan tanah. Cara ini akan membuat tanah tidak cepat mengeras. Dengan bagian dasar pot adalah tanah gembur, kemudian sekam padi, dan yang paling atas lagi adalah tanah gembur dengan memberikan sedikit bebatuan/kerikil kecil agar pot terlihat lebih asri.

Pada penanaman tumbuhan yang kita inginkan jangan lupa untuk mengingat kondisi rumah dan keuangan kita. Bagaimana supaya tampak indah dan tentu saja tidak banyak menguras kantong. Jika tidak ingin banyak mengeluarkan uang untuk hobi kita yang satu ini, hal pertama yang bisa kita lakukan adalah menanam bunga atau tumbuhan lain dengan barang-barang bekas seperti: Kaleng cat, kaleng susu, kaleng oli atau bahan-bahan plastik dan barang-barang bekas lainnya. Menanam dengan media pot yang terbuat dari plastik, akan lebih tahan lama dibandingkan dengan pot yang terbuat dari kaleng. Karena akar tumbuhan tidak mudah menembusnya, seperti pada bahan kaleng yang akan keropos jika sering terkena sinar matahari dan air hujan. Berikutnya, sebelum memasukkan tanah kedalam pot jangan lupa memeriksa ada cacing tanahnya atau tidak. Hewan mungil yang satu ini memang menyuburkan tanah, tetapi apabila di dalam pot bisa menjadi hama tanaman yang memakan semua nutrisi-nutrisi bagi pertumbuhan tanaman.


Paragraf Narasi

Belajar Bersama

Menjelang ujian akhir semester genap, Arashi, Kinki dan Koki memutuskan untuk belajar bersama. Mereka tidak pulang kampung dengan alasan tidak mau terganggu waktu belajar dengan kesibukan di rumah. Mereka berencana menghabiskan waktu minggu tenang sebelum ujian dengan belajar. Mengingat banyaknya bahan ujian dan tugas-tugas akhir yang menumpuk. Hari pertama liburan telah dijadwalkan bersama, yaitu merapikan kamar kost masing-masing. Tidak lucu jika saat ingin belajar kondisi ruangannya berantakan. Oleh karena itu, semua kegiatan selain belajar harus diselesaikan di hari pertama libur. Seperti merapikan kamar, mencuci baju, atau mencuci sepeda. Setelah selesai, semua wajib lapor dengan mengirim pesan singkat atau menelpon.

Pada hari kedua di minggu tenang ini barulah jadwal belajar yang sesungguhnya. Hari pertama belajar bersama mereka putuskan untuk meneliti seberapa besar kesiapan mereka menghadapi ujian. Seperti memeriksa kelengkapan tugas-tugas kuliah, dan materi-materi catatan. “Saling melengkapi” itulah moto ketiga sahabat itu. Belajar kelompok di mulai dari kost Kinki yang letaknya tak jauh dari perpustakaan daerah. Jadi ketika mengalami kesulitan, ketiga pemuda itu bisa melarikan diri ke perpustakaan daerah tersebut untuk meminjam buku. Selama empat jam mereka berkutat dengan buku catatan masing-masing. Akhirnya Kinki tertidur diantara kesibukannya menyalin catatan Arashi.

“Oi! Ki, bangun!” Arashi melempar Kinki dengan bantal.

“Hoaaaheemm~” Kinki menguap dan dengan menggerutu ia melanjutkan salinan catatannya. Sementara Koki sibuk cekikikan meledekinya.

“Apa? Mau ku lempar juga” Ucap Kinki manyun sambil mengangkat bantalnya.

“Hahahahaha” Koki dan Arashi pun tertawa kencang yang mengakibatkan mereka terkena teguran dari Kakak angkatan mereka yang tinggal disebelah kamar kost Kinki.

Hari-hari berikutnya pun mereka belajar dengan giat. Santai tetapi terarah. Ketika hari ujian tiba, ketiga sahabat itu sudah siap mental untuk berjuang menghadapi ujian akhir semester mereka dengan bekal ilmu dan rasa percaya diri.


Paragraf Deskripsi

Keindahan Bunga diantara dua musim

Salju melapisi kelopak bunga ume dengan lembut. Warna putih yang berkilau diantara embun pagi yang berpendar cahaya mentari. Ranting-ranting bunga ume di patuki burung-burung kecil yang terlihat sedikit bergidik disapa angin musim dingin di awal tahun itu. Bulan februari yang dingin, tidak menyurutkan keindahan kelopak bunga ume yang bermekaran dengan anggun di pucuk dahan-dahannya yang mungil. Merah warna kelopak sekawanan bunga ume itu. Begitu mempesona, angin musim dingin pun menerpanya juga dengan kebekuan yang tak pernah pandang bulu. Sama rata, seperti pada pohon-pohon yang terus tumbuh walau pun daunnya sudah rontok semua pada musim gugur yang lalu. membawa setumpuk salju yang menimbun akar-akarnya.

Tukang kebun terlihat meninggalkan jejak sepatu botnya di atas salju yang memenuhi halaman. Jejak itu menuju kebun persik yang akan mulai tumbuh lagi bulan depan. Pohon-pohon persik itu memulai aktivitasnya lagi setelah hibernasi di musim dingin. Begitu salju meleleh di awal musim semi, pucuk-pucuk bunga persik mulai menyeruak diantara ranting-rantingnya. Menampilkan warna merah muda yang lembut. Musim semi dengan taburan bunga persik. Bunga-bunga pink itu akan menggantikan pemandangan kelopak merah bunga ume di akhir musim dingin.


*Tanda-tanda orang gak punya kerjaan*


harap makLum ="_"=

Otanjoubi Omedetou Dhe~

Otanjoubi Omedetou Dhe~
Met ULtah... untuk dhe~

Kegantengan Yuuri Chinen

Kegantengan Yuuri Chinen
Tak terbatas di sekolah >///< Kyaaaaaa

oooooooo my God~

oooooooo my God~
ya ampooon Guanteng tenan~~~~~~

kakkoi chii~

kakkoi chii~
kerendh >//<

Yuuri

rona mataku
terbang dalam
tarian gigi keLinci~mu. . .

My Princess xP

My Princess xP
cuantik buangeth!

kyaaaa~ kakkoi >//,

kyaaaa~ kakkoi >//,
ya ampuun chii~ mukamacam apa itu? ekspresi mau apa itu? aaiichhhhhhhhhhhhhh tepaaaaaaaaaaaaar~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Atashi no kokoro

Atashi no kokoro
Chinen Yuuri deaisuki

Atashi no yuri

Atashi no yuri
kirei no hana

Makhluk terindah in Horikoshi gakuen.. hwahahahaXD

Makhluk terindah in Horikoshi gakuen.. hwahahahaXD
Siapa yang tidak meng-iya-kan ke-kawai-annya???

Hontou ni KAkkoi

Hontou ni KAkkoi
matureeeeeeeeeee hansamuuuuuu

doko e?

Kalau menyukai
seseorang itu bisa

disebut sebagai

kebahagiaan. . .


Lalu


dimanakah
Letak kebahagiaan itu. . . ?

^^^^^^^

Chinen Yuuri
my answer

>w<


fufufufufu >~<




my Love

my Love
memikirkanmu...

About this blog

SeLamat Datang Di dunia ku~


kore wa my_worLd

di sini adaLah dunia dhe~

semuanya adalah impian harapan dan keinginan dhe~

hehehehe

gomen kalau terlalu narsis~ or lebay~

demo, iniLah dhe~
perasaan dhe~
impian dhe~

sumimasen hontou untuk teman-teman yang tidak suka
tapi bLog ini adalah penyaLuran inspirasi dhe-chan

seLamat datang
di dunia mimpi~ku

senang bisa berkenaLan dan bertemu dengan teman-teman semuanya~


terimakasih banyak
untuk kunjungannya di gubuk mungiL ini~



ini adaLah
dunia dhe-chan



\^~^/




nadheshiko_momoko



Blog yang dhe dikunjungi~

Gigi keLinciku~

Gigi keLinciku~
senyum yang menawan hati~

atashi no Hime~

atashi no Hime~
cantik >//<

Atashi no Princess~

Atashi no Princess~
hai~ hai ini cantik sekaLi kan? tapi juga ganteng sekali >//< kya cuakeph pisan euy~

ini dhe chan hihihi ^~^

ini dhe chan hihihi ^~^
suki pinku

Lirikn maut

Lirikn maut
Aaaa atashi no otto >//<

Suawmiku Tercinta

Suawmiku Tercinta
UKyaaaaaaaaaa AMAD SANGAT Dewasa >///< KAkkoi hontou

suawmi na dhe~ suawmi na Tsuki

suawmi na dhe~ suawmi na Tsuki
aiichh suawmiku~ kamu kawai bangeth~ kyaaa ada suawmi na Tsuki~

umpphh kakkoi chii~

umpphh kakkoi chii~
yaiye yey yey >//< kakkoi mecha2 suki yanen >//<

Tampannya chii~

Tampannya chii~
kaakkkoooiii >///< *mimisan tingkat tinggi*

aishiteru chii~

aishiteru chii~
dhe chan wa anata ga daisuki desu~

Yuuri dan Yama

Yuuri dan Yama
suami ma ade ku yang kawai >~<

YamaChii

YamaChii
kawai~ kawai~

Siapa MakhLuk yang Paling Kawai menurut teman-teman?

iyeeyyy~

iyeeyyy~
yey juga chii >//<

AFFAIR Chii YG PALING DI SUKAI

Chinen Yuuri itu .... ?

teman main bareng ^~^

Mengenai Saya

Foto saya
dhe chan itu chibi dan kawai... anak manis yang sangat mencintai chinen ahahaha (narsis mampues) gomen ne isinya Chinen semua dengan segala kegendengan imajinasiku yang polos ini... hahahaha polos dimananya say??? *digebukin sepatu chinen) aku sangat suka fotografi (bener gak nich tulisannya?) hehhe dimanapun kapanpun pengen poto2 terus~ i like my smiLe aku menyukai senyumanku di kamera itu~ sangat tersiksa kalo disuruh poto tanpa senyum =_=

memikirkanmu~

memikirkanmu~
dhe chan~

Miaw~

Miaw~
kawai neeeeeeeee~~

YamaChii kawai

YamaChii kawai
suawmi dhe~ yg kawai kakkoi~

kore wa pocchi~

kore wa pocchi~
inu nya yuuri~

suawmi na dhe

suawmi na dhe
ai-dhe~ matte kudasai~

suami dhe + suami Tsuki

suami dhe + suami Tsuki
mau?

suawmi kuu~~

suawmi kuu~~
kyaaa kakkoi~

Suawmi ku~

Suawmi ku~
Suawmi na dhe

Yoshi~

Yoshi~
atashi no ... ^~^

my Fair

my Fair
Yoshi's

chii dan sakura no hana

chii dan sakura no hana
ahhh kireeeeeii

Ayah ku~

Ayah ku~
Ayah ku yang tampan @^~^@

amai~ mono ga suki desu >//<

amai~ mono ga suki desu >//<
aku suka yang manis =>> chii

Teman ku~

Teman ku~
di depan ruang 19 sekarang ruang 16

Chii Kakkoi

Chii Kakkoi
senyum terpaksa ya? haha

My Love

My Love
mikir apa cinta?

Yoshi's song_ Kitayama Kimi wo omou toki

message buat dhe ^~^ onegaishimasu


ShoutMix chat widget

Yodogawa Yoshihiro "suki da yo"

My AngeL

My AngeL
MaLaikat ku~ Yuuri~

My Prince

My Prince
Kyaaa Kakkoi >//<

Uwaa Kakkoi >//<

Uwaa Kakkoi >//<
Yuuri Kakkoi >0<

My Prince~

My Prince~
senyum mu membuat dhe bahagia

Ima nanji?

Atashi no Kareshi

Atashi no Kareshi
Kawai ne~ Yuuri kun~

free.japaness

chii dan murasaki no hana

chii dan murasaki no hana
nyaw kawai ne~

Atarashi

Pangeran Ku >//<

Pangeran Ku >//<
Kakkoi Sangath!! COOL! MATURE!!!

Suawmi ku

Suawmi ku
Mau meLamar dhe >//<

Suawmi ku

Suawmi ku
cuakeeeeeeephhh

Dhe chan~ mite~

Dhe chan~ mite~
Yuuri yang sedang menanti kan jawaban dhe~ muahahahahhaahaXD

GYAAAAAAAAAAAAA KAKKOI >//

GYAAAAAAAAAAAAA KAKKOI >//
Super centiLLLLLLLL kyaaaaaaa

my purinsu~

my purinsu~
Atashi no Kareshi

Yuuri KAwai ne~

Yuuri KAwai ne~
Chou Kawai >//<